Pada pelajaran matematika kami belajar tentang diagram poligon dan diagram histogram, disini saya diberi tugas membuat diagram poligon dan diagram histogram dan berikut adalah diagramnya :
Home » All posts
TEKNIK PENGAMBILAN GAMBAR ATAU VIDEO YANG BAIK
in
PRODUKTIF
- on 8/15/2016 07:35:00 PM
- No comments
Ada beberapa teknik untuk pengambilan gambar atau video ,berikut teknik -teknik yang sering di gunakan:
1.SUDUT PENGAMBILAN GAMBAR [CAMERA ANGLE].
a.Bird Eye View.
Pengambilan gambar yang dilakukan dari atas di ketinggian tertentu sehingga memperlihatkan lingkungan yang sedemikian luas dengan benda-benda lain yang tampak di bawah begitu kecil.
Pengambilan gambar dengan cara ini biasanya menggunakan helikopter maupun dari gedung -gedung tinggi.
Kalau anda suka melihat film-film Hollywood, tentunya teknik yang ini tidak asing lagi bagi anda.
b.High Angle.
Teknik pengambilan gambarnya dengan sudut pengambilan gambar tepat diatas objek,pengambilan gambar yang seperti ini memilki arti yang dramatik yaitu kecil atau kerdil.
c.Low Angle
Pengambilan gambar teknik ini yakni mengambil gambar dari bawah si objek, sudut pengambilan gambar ini merupakan kebalikan dari high angle.
Kesan yang di timbulkan yaitu keagungngan atau kejayaan.
Biasanya teknik ini sering di gunakan untuk membuat sebuah karakater monster atau manusia raksasa.
d.Eye Level
Pengambilan gambar ini dengan sudut pandang sejajar dengan mata objek,tidak ada kesan dramatik tertentu yang di dapat dari eye level ini, yang ada hanya memperlihatkna pandangan mata seseorang yang berdiri.
e.Frog Level.
Sudut pengambilan ini di ambil sejajar dengan permukaan tempat objek menjadi sangat besar.
2.UKURAN GAMBAR[FRAME SIZE]
a.Extreem Close-up [ECU].
Pengambilan gambar sangat dekat sekali,hanya menampilkan bagian tertentu pada tubuh objek.
Fungsinya untuk kedetilan suatu objek.
b.Big Cloe-up[BCU].
Pengambilan gambar hanya sebatas kepala hingga dagu objek.
Fungsi untuk menonjolkan ekpresi yang di keluarkan oleh objek.
c.Close-up[CU].
Ukuran gambar hanya sebatas dari ujung kepala hingga leher.
Fungsinya untuk memberi gambaran jelas tetang objek.
d.Medium Close-up[MCU].
Gambar yang diambil sebatas dari ujung kepala hingga dada.
Fungsinya untuk mempertegas profil seseorang sehingga penonton jelas.
e.Mid Shoot[MS].
Pengambilan gambar sebatas kepala hingga pinggang.
Fungsinya memperlihatkan sosok objek secara jelas.
f.Kneel Shoot[KS].
Pengambilan gambar sebatas kepala hingga lutut.
Funsinya hampir sama dengan Mid Shoot.
g. Full Shoot[FS]
Pengambilan gambar penuh dari kepala hingga kaki.
Fungsinya memeperlihatkan objek beserta lingkungannya.
h.Long Shoot [LS]
Pengambilan gambar lebih luas dari pada Fool Shoot.
Untuk mnujukan objek dengan latar belakangnya.
i.Extreem Long Shoot [ELS].
Pengambilan gambar melebihi long Shoot,menampilan linkungan si objek secara utuh.
Untuk menunjukkan objek tersebut bagian dari lingkungannya.
j.1 Shoot.
Pengambilan gambar satu objek.
Fungsinya memperlihatkan seseorang atau benda dalam frame.
k.2 Shoot.
Pengambilan gambar 2 objek
Untuk memperlihatkan adegan 2 orang yang sedang berkomunikasi.
l.3.Shoot
Pengambilan gambar 3 objek untuk memperlihatkan 3 orang yang sedang mengobrol.
m.Group Shoot
Pengambilan gambar sekumpulan objek
Untuk memperlihatkan adegan sekelompok orang dalam melakukan aktifitas.
3.GERAKAN KAMERA[MOVING CAMERA]
a.Zooming[In/out]
Gerakan yang dilakukan oleh lensa kamera mendekat maupun menjauh objek,gerakan ini merupakan fasilitas yang di sediakan oleh kamera vidio, dan kameramen hanya mengoperasikannya saja.
b.Panning[left/Right].
Yang di maksud gerakan panning yakni kamera bergerak dari tengah ke kanan atau dari tengah kekiri,namun bukan kameranya yang bergerak tapi tripodnya yang bergerak sesuai arah yang di inginkan.
c.Tilting[Up/Down].
Gerakan Tilting yitu gerakan keatas dan kebawah,masih menggunakan tripod sebagai alat bantu agar hasil gambar yang di dapatkan memuaskan dan stabil.
d.Dolly[In/Out].
Gerakan yang di lakukan yaitu gerakan maju mundur,hampir sama dengan gerakan Zooming namun pada Dolly yang bergerak adalah tripod yang telah di beri roda dengan cara mendorong tripod maju ataupun menariknya mundur.
e.Follow.
Pengambilan gambar di lakukan dengan cara mengikuti objek dalam bergerak searah.
f.Framing[In/Out].
Framing adalah gerakan yang di lakukan oleh objek untuk memasuki [in] atau keluar [out] framing shot.
g.Fading [In/Out].
Merupakan pergantian gambar secara perlahan-lahan.
Apabila gambar baru masuk mengantikan gambar yang ada di sebut fade in,sedangkan jika gambar yang ada perlahan-lahan menghilang dan di gantikan gambar baru di sebut fade out.
h.Crane Shoot .
Merupakan gerakan kamera yang di pasang pada alat bantu mesin beroda dan bergerak sendiri bersamaan kameramen,baik mendekati maupun menjauhi objek.
4.GERAKAN OBJEK[MOVING OBJECT]
a.Kamera sejajar objek.
Kamera sejajar mengikuti pergerakan objek,baik kekiri maupun kekanan
b.Walking [In/Out]
objek bergerak mendekati[in] maupun menjauhi [out] kamera.
Nah itu tadi merupakan beberapa teknik dalam pengambilan gambar menggunakan kamera video.
Namun ada beberapa elemen penting yang harus ada di dalam gambar.
Dan elemen penting tersebut meliputi:
a.Motivasi
b.Informasi
c.Komposisi
d. Suara.
e.Sudut Kamera
f. Kontinuitas.
Selain teknik-teknik maupun tatacara pengambilan gambar yang harus dimiliki oleh seorang kameramen ada hal lain yang harus di miliki yakni sense of art atau rasa seni, karena gambar yang di ambil oleh kameramen merupakan karya seni.
Setiap orang memungkinkan untuk menguasai teknik-teknik pengambilan gambar namun apabila tidak memiliki rasa seni atau keindahan maka hasil yang di dapatkanpun kurang maksimal.
Jadi rasa seni yang tinggi dapat di jadikan modal utama untuk menjadi kameramen.
1.SUDUT PENGAMBILAN GAMBAR [CAMERA ANGLE].
Pengambilan gambar yang dilakukan dari atas di ketinggian tertentu sehingga memperlihatkan lingkungan yang sedemikian luas dengan benda-benda lain yang tampak di bawah begitu kecil.
Pengambilan gambar dengan cara ini biasanya menggunakan helikopter maupun dari gedung -gedung tinggi.
Kalau anda suka melihat film-film Hollywood, tentunya teknik yang ini tidak asing lagi bagi anda.
b.High Angle.
Teknik pengambilan gambarnya dengan sudut pengambilan gambar tepat diatas objek,pengambilan gambar yang seperti ini memilki arti yang dramatik yaitu kecil atau kerdil.
c.Low Angle
Pengambilan gambar teknik ini yakni mengambil gambar dari bawah si objek, sudut pengambilan gambar ini merupakan kebalikan dari high angle.
Kesan yang di timbulkan yaitu keagungngan atau kejayaan.
Biasanya teknik ini sering di gunakan untuk membuat sebuah karakater monster atau manusia raksasa.
d.Eye Level
Pengambilan gambar ini dengan sudut pandang sejajar dengan mata objek,tidak ada kesan dramatik tertentu yang di dapat dari eye level ini, yang ada hanya memperlihatkna pandangan mata seseorang yang berdiri.
e.Frog Level.
Sudut pengambilan ini di ambil sejajar dengan permukaan tempat objek menjadi sangat besar.
2.UKURAN GAMBAR[FRAME SIZE]
a.Extreem Close-up [ECU].
Pengambilan gambar sangat dekat sekali,hanya menampilkan bagian tertentu pada tubuh objek.
Fungsinya untuk kedetilan suatu objek.
b.Big Cloe-up[BCU].
Pengambilan gambar hanya sebatas kepala hingga dagu objek.
Fungsi untuk menonjolkan ekpresi yang di keluarkan oleh objek.
c.Close-up[CU].
Ukuran gambar hanya sebatas dari ujung kepala hingga leher.
Fungsinya untuk memberi gambaran jelas tetang objek.
d.Medium Close-up[MCU].
Gambar yang diambil sebatas dari ujung kepala hingga dada.
Fungsinya untuk mempertegas profil seseorang sehingga penonton jelas.
e.Mid Shoot[MS].
Pengambilan gambar sebatas kepala hingga pinggang.
Fungsinya memperlihatkan sosok objek secara jelas.
f.Kneel Shoot[KS].
Pengambilan gambar sebatas kepala hingga lutut.
Funsinya hampir sama dengan Mid Shoot.
g. Full Shoot[FS]
Pengambilan gambar penuh dari kepala hingga kaki.
Fungsinya memeperlihatkan objek beserta lingkungannya.
h.Long Shoot [LS]
Pengambilan gambar lebih luas dari pada Fool Shoot.
Untuk mnujukan objek dengan latar belakangnya.
i.Extreem Long Shoot [ELS].
Pengambilan gambar melebihi long Shoot,menampilan linkungan si objek secara utuh.
Untuk menunjukkan objek tersebut bagian dari lingkungannya.
j.1 Shoot.
Pengambilan gambar satu objek.
Fungsinya memperlihatkan seseorang atau benda dalam frame.
k.2 Shoot.
Pengambilan gambar 2 objek
Untuk memperlihatkan adegan 2 orang yang sedang berkomunikasi.
l.3.Shoot
Pengambilan gambar 3 objek untuk memperlihatkan 3 orang yang sedang mengobrol.
m.Group Shoot
Pengambilan gambar sekumpulan objek
Untuk memperlihatkan adegan sekelompok orang dalam melakukan aktifitas.
3.GERAKAN KAMERA[MOVING CAMERA]
a.Zooming[In/out]
Gerakan yang dilakukan oleh lensa kamera mendekat maupun menjauh objek,gerakan ini merupakan fasilitas yang di sediakan oleh kamera vidio, dan kameramen hanya mengoperasikannya saja.
b.Panning[left/Right].
Yang di maksud gerakan panning yakni kamera bergerak dari tengah ke kanan atau dari tengah kekiri,namun bukan kameranya yang bergerak tapi tripodnya yang bergerak sesuai arah yang di inginkan.
c.Tilting[Up/Down].
Gerakan Tilting yitu gerakan keatas dan kebawah,masih menggunakan tripod sebagai alat bantu agar hasil gambar yang di dapatkan memuaskan dan stabil.
d.Dolly[In/Out].
Gerakan yang di lakukan yaitu gerakan maju mundur,hampir sama dengan gerakan Zooming namun pada Dolly yang bergerak adalah tripod yang telah di beri roda dengan cara mendorong tripod maju ataupun menariknya mundur.
e.Follow.
Pengambilan gambar di lakukan dengan cara mengikuti objek dalam bergerak searah.
f.Framing[In/Out].
Framing adalah gerakan yang di lakukan oleh objek untuk memasuki [in] atau keluar [out] framing shot.
g.Fading [In/Out].
Merupakan pergantian gambar secara perlahan-lahan.
Apabila gambar baru masuk mengantikan gambar yang ada di sebut fade in,sedangkan jika gambar yang ada perlahan-lahan menghilang dan di gantikan gambar baru di sebut fade out.
h.Crane Shoot .
Merupakan gerakan kamera yang di pasang pada alat bantu mesin beroda dan bergerak sendiri bersamaan kameramen,baik mendekati maupun menjauhi objek.
4.GERAKAN OBJEK[MOVING OBJECT]
a.Kamera sejajar objek.
Kamera sejajar mengikuti pergerakan objek,baik kekiri maupun kekanan
b.Walking [In/Out]
objek bergerak mendekati[in] maupun menjauhi [out] kamera.
Nah itu tadi merupakan beberapa teknik dalam pengambilan gambar menggunakan kamera video.
Namun ada beberapa elemen penting yang harus ada di dalam gambar.
Dan elemen penting tersebut meliputi:
a.Motivasi
b.Informasi
c.Komposisi
d. Suara.
e.Sudut Kamera
f. Kontinuitas.
Selain teknik-teknik maupun tatacara pengambilan gambar yang harus dimiliki oleh seorang kameramen ada hal lain yang harus di miliki yakni sense of art atau rasa seni, karena gambar yang di ambil oleh kameramen merupakan karya seni.
Setiap orang memungkinkan untuk menguasai teknik-teknik pengambilan gambar namun apabila tidak memiliki rasa seni atau keindahan maka hasil yang di dapatkanpun kurang maksimal.
Jadi rasa seni yang tinggi dapat di jadikan modal utama untuk menjadi kameramen.
Tutorial Mengedit Video Menggunakan Adobe After Effect
in
UMUM
- on 8/15/2016 06:00:00 PM
- No comments
- SOFTWARE
- EDITING
- MENGCONVERT VIDEO
- Klik compoticion
- Pilih new compoticion
- Klik ok
- Klik horizontal type tool
- Kemudian tulis text pada layer comcoticion
- PEMBUATAN BACKGROUND
- Klik Layer New Solid
- Pilih warna untuk background
- Gunakan Elipse tool untuk membuat lingkaran pada layer background
- Tekan tombol “F” dan atur feather
- PENAMBAHAN EFEK
- Klik Layer > New Solid
- Background putih dan klik ok
- Klik effect>simulation>cc partikel world
- PENAMBAHAN LAYER KAMERA
- Klik layer > new > camera
2. Klik ok
- PEMBERIAN SLIDE
- Klik layer Kamera
- Buat key pada transform>point of interest dan position
- Geser mengunakan tool track xy kamera tool
- Duplikat layer teks dan pindah kea rah slide baru
- Klik Composition
- Klik add to render Queue
- Atur nama dan klik Render
- PEMBERIAN AUDIO
- Buka adobe Premier
- Impor video bumper yang sudah di buat
- Impor audio
- Masukan video dan audio pada time line dan susun denggan tepat
- Dan Ekspor video

Luhut: Saya Hanya Jalankan Tugas, Soal Waktunya Ada di Presiden
in
UMUM
- on 8/13/2016 10:23:00 PM
- No comments
Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, belum tahu berapa lama akan mengisi kursi jabatan pengganti untuk menteri ESDM. Dia mengatakan, hanya akan melaksanakan tugas dengan baik sesuai arahan Presiden.
Namun demikian, dia tetap ingin segera ada yang menggantikan Arcandra Tahar. Luhut mengatakan tidak ingin lama-lama mengisi jabatan Plt di kementerian yang berlokasi di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, itu.
"Ya, saya berharap secepatanya ada pengganti. Saya hanya menjalankan tugas, mau berapa lama, ya itu tergantung Presiden. Itu domainnya beliau. Bukan saya," kata dia di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (18/8/3016).
Begitu pula ketika ditanya soal kriteria calon pengganti Arcandra Tahar. Dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden lantaran bukan wewenang dia untuk menentukan kriteria yang pas untuk calon pengganti menteri ESDM.
"Kan saya bilang, itu domain Presiden. Bukan saya tidak mau jawab, tapi memang kriteria itu diserahkan sepenuhnya ke Presiden," pungkasnya.
Menggabungkan Audio Kedalam Sajian Multimedia
in
PRODUKTIF
- on 8/13/2016 10:09:00 PM
- No comments
Jessica Wongso Akui Menyesal Pulang ke Indonesia?
in
UMUM
- on 8/13/2016 09:59:00 PM
- No comments
Psikiater Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Natalia Widiasih Raharjanti mengungkapkan terdakwa kasus kopi bersianida, Jessica Kumala Wongso, sempat mengaku menyesal pulang ke Indonesia.
"Jessica mengatakan bahwa Wayan Mirna Salihin tak akan meninggal dunia
bila ia tak pulang ke Indonesia," kata Natalia di Pengadilan Negeri
Jakarta Pusat, Kamis, 18 Agustus 2016.
Natalia mengaku sempat akan mendalami pernyataan tersebut. Tetapi, kata
dia, Jessica tidak mau memberikan penjelasan itu saat menjalani
pemeriksaan kejiwaan.
"Dia (Jessica) hanya jelasin seperti itu," kata Natalia.
Jessica Sanggup Lolos Alat Tes Kebohongan
Di hadapan majelis hakim, Natalia berujar dia tidak menggunakan alat pendeteksi kebohongan (lie detector) saat memeriksa Jessica. Alasannya, alat tersebut punya banyak kekurangan.
"Terhadap orang tenang sekali, dia bisa lolos lie detector," kata dia.
Alhasil, Natalia kemudian memilih menggunakan metode collateral data atau data sekunder dalam memeriksa Jessica.
Temuan Mengejutkan Tes Kejiwaan Jessica
Saksi Ahli Psikiater, dr Natalia Widiasih Raharjanti menyebut ada inkonsistensi data pada hasil pemeriksaan kejiwaan terdakwa kasus kopi bersianida Jessica Kumala Wongso. Inkonsistensi tersebut ditemukan saat mencocokkan keterangan Jessica dengan jawaban yang diberikan sang ibu dan rekan kerjanya.
Salah satu poin pemeriksaan kejiwaan itu terkait dengan riwayat penyakit
asma. Menurut Natalia, Jessica mengaku tidak punya penyakit asma.
Sementara sang ibu mengatakan putrinya itu pernah mengalami asma waktu
masih kecil.
"Ada inkonsistensi seperti dia menuliskan tidak punya riwayat asma, tapi
ketika waktu kecil dia punya riwayat asma," kata Natalia di Pengadilan
Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kamis, 18 Agustus 2016.
Selain itu, Natalia mengatakan sempat bertanya apakah Jessica membantu
korban Wayan Mirna Salihin saat mengalami kejang-kejang. Di hadapan
Natalia, Jessica mengatakan ia ikut membantu dengan menggoyang-goyangkan
tubuh Mirna. Tetapi.....
Menggoyangkan Tubuh Mirna
Jessica mengatakan ikut membantu dengan menggoyang-goyangkan tubuh
Mirna. Tetapi, Natalia mengatakan kembali menemukan inkonsistensi pada
keterangan Jessica. Temuan itu muncul setelah dia mencocokkan dengan
rekaman CCTV yang sama sekali tidak menunjukkan keterangan itu.
Sementara ketika hari pemakaman Mirna, Jessica tidak bisa hadir.
Alasannya, kata Natalia, Jessica mengaku kepada Hani karena penyakit
asmanya sedang kambuh.
"Tapi pada saat kami wawancara, Jessica mengaku asmanya tidak pernah kambuh," ujar dia.
Tidak hanya itu, menjelang pemakaman Mirna, Jessica mengaku kepada
Natalia sedang tidak dirawat inap di rumah sakit. Padahal menurut
transkip chatting antara Jessica dan Hani, terdakwa mengatakan sedang
dirawat inap.
Tak Dihubungi Hani, Karena...
Setelah Mirna dimakamkan, Jessica mengaku kepada Natalia dia tidak pernah dihubungi Hani karena dilarang oleh orang tua Mirna.
"Tapi dari transkip percakapan, diketahui ada perbincangan Hani dan Jessica usai Mirna dimakamkan," ucap dia.
Inkonsistensi lain yang didapat Natalia yaitu ketika Jessica bercerita
tidak pernah dirawat di rumah sakit karena kasus percintaan. Tetapi,
berdasarkan catatan kepolisian Australia, Jessica pernah dirawat di
rumah saki akibat masalah percintaannya.(Sah)
IPS
in
ADAPTIF
- on 8/13/2016 09:11:00 PM
- No comments
Pengertian dan fungsi pranata sosial
Pranata sosial adalah suatu sistem tata kelakuan dalam hubungan yang berpusat kepada aktivitas-aktivitas untuk memenuhi berbagai kebutuhan khusus dalam masyarakat. Pranata sosial berasal dari bahasa asing social institutions, itulah sebabnya ada beberapa ahli sosiologi yang mengartikannya sebagai lembaga kemasyarakatan, di antaranya adalah Soerjono Soekanto. Lembaga kemasyarakatan diartikan sebagai himpunan norma dari berbagai tindakan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok di dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan kata lain, pranata sosial merupakan kumpulan norma (sistem norma) dalam hubungannya dengan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat. Secara umum, pranata sosial mempunyai beberapa fungsi. Berikut ini fungsi-fungsi pranata sosial.a. Memberikan pedoman kepada anggota masyarakat dalam hal bertingkah laku dan bersikap dalam menghadapi masalah kemasyarakatan.
b. Menjaga keutuhan dan integrasi masyarakat.
c. Memberikan pegangan kepada masyarakat untuk mengadakan sistem pengendalian sosial, artinya sistem pengawasan masyarakat terhadap tingkah laku anggota-anggotanya.
Selain fungsi umum tersebut, pranata sosial memiliki dua fungsi besar yaitu fungsi manifes (nyata) dan fungsi laten (terselubung).
a. Fungsi manifes adalah fungsi pranata sosial yang nyata, tampak, disadari dan menjadi harapan sebagian besar anggota masyarakat. Misalnya dalam pranata keluarga mempunyai fungsi reproduksi yaitu mengatur hubugnan seksual untuk dapat melahirkan keturunan.
b. Fungsi laten adalah fungsi pranata sosial yang tidak tampak, tidak disadari dan tidak diharapkan orang banyak, tetapi ada. Misalnya dalam pranata keluarga mempunyai fungsi laten dalam pewarisan gelar atau sebagai pengendali sosial dari perilaku menyimpang.















